MALAPETAKA AKHIR ZAMAN DAN
CARA MENGATASINYA
Oleh :Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Oleh :Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Mukaddimah
Makna Fitnah
Setan dari Kalangan Jin dan Manusia
Jenis-jenis Fitnah:
* Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Keyakinan Menyimpang
* Ajakan Kepada Perbuatan Maksiat dan Dosa-dosa yang Besar Maupun yang Kecil
1. Menenggak Minuman Keras
2- Mendengarkan Alat-alat Musik dan Lagu
3- Mengisap Rokok
4- Eksploitasi Kaum Wanita
5- Fitnah Harta
6- Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
7- Promosi-promosi Terselubung
8- Bergaul Dengan Anak-anak Nakal
Bagaimana Solusinya?
Camkanlah Nasihat Ini!
Makna Fitnah
Setan dari Kalangan Jin dan Manusia
Jenis-jenis Fitnah:
* Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Keyakinan Menyimpang
* Ajakan Kepada Perbuatan Maksiat dan Dosa-dosa yang Besar Maupun yang Kecil
1. Menenggak Minuman Keras
2- Mendengarkan Alat-alat Musik dan Lagu
3- Mengisap Rokok
4- Eksploitasi Kaum Wanita
5- Fitnah Harta
6- Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
7- Promosi-promosi Terselubung
8- Bergaul Dengan Anak-anak Nakal
Bagaimana Solusinya?
Camkanlah Nasihat Ini!
MUKADDIMAH
Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba'du:
Allah
Ta'ala berfirman:
"Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 1-3)
"Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 1-3)
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang
fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan
selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa ia
mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!"
Kami bertanya: "Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?" Beliau
bersabda: "Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya
disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan
datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap
perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan
sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa mening-galkannya karena
keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari
petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali
Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan
Allah yang lurus." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Pada
hari ini kita berada dalam kancah pepe-rangan melawan fitnah (cobaan dan
godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah
fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (coba-an), wanita adalah fitnah (godaan),
bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana),
ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebe-naran adalah fitnah (malapetaka),
teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara
sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang
lain.
Ketika
seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya
ada dua pi-lihan:
- Ia
segera mencari jalan-jalan keselamatan dan ber-usaha mengeluarkan diri
dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Tidak syak lagi hal ini
meru-pakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
- Atau ia
hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah
tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
Fitnah-fitnah
sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling
berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim
untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada
Kitabullah dan Sun-nah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan
hendaknya ia juga waspada agar tidak men-jadi penebar fitnah (bencana) atau
mendatangi atau condong kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya. Dalam
sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Bakal terjadi fitnah (pertumpahan darah), orang yang duduk ketika itu
lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada orang
yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Dan barangsiapa
melibatkan diri ke dalamnya niscaya ia akan terseret ke dalamnya." (Muttafaq
'alaih)
Kita
semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling
bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak terse-but. Dengan cara
yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka
akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan. Allah
berfirman:
"Dan peliharalah dirimu dari pada
siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu.
Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (Al-Anfal:
25)
Ketahuilah
wahai saudaraku, bahwa dunia ini ada-lah batu ujian dan cobaan. Allah
berfirman:
"Agar Dia menguji siapakah di
antara kamu yang lebih baik amalnya." (Huud: 7)
Dan
bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang
berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana).
Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalam-nya dan menjadi penyeru
kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.
Risalah
yang sederhana ini menyebutkan dengan ringkas beberapa fitnah-fitnah yang
banyak bersebaran pada zaman sekarang ini dan banyak menimpa kaum muslimin.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang yang ingin memetik faidah dan menjadi
peringatan bagi para pencari ibrah (pelajaran). Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana./
MAKNA FITNAH
Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa
syirik disebut fitnah dan kekufuran juga dise-but fitnah. Allah berfirman dalam
kitab-Nya:
"Dan perangilah mereka itu,
sehingga tidak ada fitnah lagi." (Al-Baqarah: 193)
Yaitu
sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.
Dalam
ayat lain Allah berfirman:
"Kalau (Yatsrib) diserang
dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya
mereka mengerjakannya." (Al-Ahzab: 14)
Namun
istilah fitnah lebih banyak diucapkan un-tuk sesuatu berupa bala dan cobaan
yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang
lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama
bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menye-satkan yang sangat
dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas umatnya. Dalam
sebuah hadits shahih beliau bersabda:
"Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti
potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan
menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada
pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR. Abu Dawud
dan Ibnu Majah)
SETAN-SETAN DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA
Setan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta'ala berfirman:
"Iblis menjawab: "Demi
kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu
yang mukhlis di antara mereka." (Shad: 82-83)
Allah
juga mengabarkan bahwa di kalangan manu-sia juga ada yang berperan sebagai
setan. Allah Ta'ala berfirman:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi
tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manu-sia dan (dari
jenis) jin." (Al-An'am: 112)
Cobalah
perhatikan, Allah Ta'ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia
sebelum penye-butan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang
mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada
kekufuran, bid'ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim
ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan
dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim
menyebutkan dalam kitab Al-Bada'iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai
berikut: "Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru
melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil
dilakukannya.
- Mengajaknya
berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti
setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
- Jika
tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid'ah. Jika sudah
terjerumus ke dalamnya, maka setan akan membuat bid'ah itu indah di
matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid'ah itu.
- Jika
tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskan-nya ke dalam dosa-dosa
besar.
- Jika
tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
- Jika
ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara
mubah hingga ia lupa beribadah.
- Jika
tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang
penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
- Jika
gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang
selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan
bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang
berpegang teguh de-ngan agamanya.
Oleh
sebab itu kita temui setan-setan jenis manu-sia ada juga yang menyeru kepada
kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa
kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara
mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan orang dari amal yang
terpenting kepada amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada
jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan
model apa saja!
JENIS-JENIS FITNAH
Fitnah
ada dua jenis:
Pertama: Penyeru
kepada syirik, kekufuran, kese-satan dan penyebar aqidah menyimpang.
Kedua: Penyeru
kepada perbuatan dosa dan mak-siat, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Jenis Pertama: Penyeru Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan
Penyebar Aqidah Menyimpang
Penyebar Aqidah Menyimpang
Sesungguhnya
merupakan fitnah zaman sekarang adalah merebaknya ajakan kepada perbuatan
syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya aqidah-aqidah yang menyimpang di
mana-mana. Sudah barang tentu Allah I telah meletakkan fitrah pada diri manusia
untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya sebagai Rabb dan ilaah
(sesembahan). Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
"(Tetaplah atas) fitrah Allah
yang telah mencip-takan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada
fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak
mengeta-hui." (Ar-Rum: 30)
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam juga telah menegaskan hal itu dalam sabdanya:
"Setiap bayi terlahir dalam keadaan
fitrah (muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia
Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anaknya dalam
keadaan sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya." (Muttafaq
'alaih)
Tidak
syak lagi, bahwasanya siapa saja yang meng-gandrungi sebuah keyakinan,
menyenanginya dan mera-sa puas dengannya, pasti senang bila keyakinan seperti
itu semakin banyak penganutnya dan tersebar luas. Ia akan segera menawarkan
keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha agar orang lain menyukainya dan
memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan kesalahan dan kesesatan yang ada
padanya. Sebagai contoh, kita meyakini kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan
Majusi, siapa saja yang mempelajari dan mengetahui keyakinan mereka pasti yakin
bahwa mereka jauh dari kebenaran. Walaupun begitu mereka meyakini bahwa mereka
berada di atas kebenaran. Oleh sebab itu mere-ka berusaha sekuat tenaga
menyebarkan keyakinan mereka melalui berbagai media. Dan menyebarkan juru-juru
dakwah yang mereka namakan missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah
penginjil dan penyebar kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana
mereka telah berhasil menyesatkan banyak orang. Hanya orang-orang yang
diselamatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka
para missionaris dan penginjil itu. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka
sebagai batu ujian dan cobaan bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada
hikmah yang besar dan bukti yang terang.
Termasuk
fitnah yang tersebar pada hari ini adalah ajakan-ajakan kepada aqidah yang
sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah sesat, maka aqidah itu akan
menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepada-nya dan mengangkat juru-juru
dakwah untuk menyebar-kannya. Dan rela mengeluarkan hartanya untuk itu
sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun setan membuta-tulikan
mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan memandang salah
orang-orang yang menyelisihinya.
Lihat
saja, setiap ahli bid'ah pasti mengajak orang kepada bid'ahnya. Sebagai contoh
kaum Syi'ah Rafi-dhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri
Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat
jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan
terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
Walau
demikian, mereka bersungguh-sungguh dalam menyebarkan aqidah sesat tersebut.
Bukan itu saja, bahkan mereka rela mengeluarkan harta yang berlimpah demi
menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke dalamnya. Jarang orang yang selamat
jika sudah terperangkap jerat aqidah tersebut. Wal 'Iyadzubillah
Setan
menutup mata mereka sehingga mereka merasa berada di pihak yang benar. Lalu
mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan
yang benar, selain mereka adalah ahli bathil. Ternyata banyak sekali
orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu.
Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawadhu'an namun di balik
itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah
kelompok Syi'ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon
kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan
dan bahaya mereka.
Maka
sudah seyogyanya seorang insan berpe-gang teguh kepada al-Haq dan benar-benar
meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada dalil-dalilnya. Serta menjauhkan
diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan tersebut. Jangan sekali-kali ia
mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun ia seorang yang berilmu. Sebab
keyakinan-keyakinan sesat itu ibarat racun dalam lemak. Kelihatannya enak,
menarik minat untuk mema-kannya namun di balik itu adalah racun mematikan.
Tujuan
kami menyebutkan oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid'ah-bid'ah
mereka adalah sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan
bahaya bid'ah yang mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu
kepada mereka. Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang
yang mengajak kepada kekufuran, syirik, bid'ah dan kesesatan.
Jenis Kedua: Penyeru Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Maupun
Kecil
Penyeru
kepada maksiat lebih dominan daripada yang lain. Bencana yang mereka timbulkan
juga lebih besar. Tidak ada jalan alternatif lain bagi seorang mus-lim untuk
menyelamatkan dirinya dari bencana tersebut kecuali dengan menyadari bahwa
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengha-ramkan segala perbuatan maksiat. Dan
hendaknya ia mengetahui bahwa oknum-oknum yang mengajak ber-buat maksiat pada
hakikatnya mengajak supaya orang lain meniru mereka.
Tidak
syak lagi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan perkara yang halal dan
perkara yang haram. Dan telah mene-tapkan sanksi dan hukuman atas perbuatan
haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Di samping itu Allah
Subhanahu wa Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh
dengannya serta selalu me-ngerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanji-kan
pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum
yang menggan-drungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya.
Jika
hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka
sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah
mengharamkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala
akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Jawabnya:
Itulah fitnah dan bala zaman sekarang! Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji
hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut. Barangsiapa selamat berarti merekalah
orang-orang yang dikehendaki baik oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Barangsiapa
binasa, maka merekalah orang-orang yang dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal
'Iyadzubillah
1-Menenggak Minuman Keras
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi
nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian
di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi
kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan
pekerjaan itu). (Al-Ma'idah: 90-91)
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
Termasuk
fitnah (kemungkaran) yang banyak ter-sebar pada zaman sekarang adalah
mendengarkan nyanyian dan alat-alat musik. Orang-orang yang kecan-duan
alat-alat musik dan hobi mendengarkan musik, lagu dan sejenisnya suka jika
semakin banyak orang yang mempunyai kegemaran seperti mereka.
Bilamana
banyak orang-orang yang mendukung mereka dan banyak pula orang-orang yang
meniru, membantu dan mengikuti mereka, maka dengan leluasa mereka membuka
tempat-tempat hiburan, night club, music house, kafe-kafe, diskotik-diskotik,
tempat-tempat karaoke dan lainnya. Mereka pun mengajak orang lain ke tempat
itu. Pengaruh mereka terhadap orang-orang jahil adalah cobaan dan bala'. Dengan
cobaan itu Allah meneguhkan orang-orang yang berakal dan menyesat-kan
orang-orang jahil dan menyimpang.
3-Mengisap Rokok
Mengisap
rokok termasuk fitnah (wabah) besar yang pada hari ini tidak ada satupun rumah
yang selamat dari asapnya! Kecanduan mengisap rokok telah melanda setiap
lapisan baik orang dewasa maupun anak kecil, pria maupun wanita. Bukan sebatas
itu saja, ternyata banyak juga oknum-oknum yang menyeru kepada wa-bah rokok yang
lebih tepat disebut penyakit dan bala'!
Mengapa!
Sebab
para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga
tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para peng-isap rokok ini
termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha
mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang
terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok. Ia terpengaruh
dengan jumlah mereka yang banyak tanpa melihat kepicikan dan kedangkalan akal dan
faham para perokok itu. Lama-kelamaan ia akan mengikuti kebiasaan mereka.
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya Dia akan
melindungi serta menjauhkannya dari pergaulan anak-anak nakal tersebut. Dan
barangsiapa dipengaruhi mere-ka, maka hendaklah berhati-hati dan waspada
terhadap ajakan dan seruan mereka. Sebab bahaya ini (bahaya mengisap rokok)
telah merata di mana-mana dan telah meminta banyak korban.
4-Eksploitasi Kaum Wanita
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah
satu fitnah yang terbesar. Beliau bersabda:
"Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadai-lah rayuan kaum wanita,
sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani Israil adalah fitnah wanita." (HR.
Muslim)
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam menyebut wanita sebagai fitnah (sumber godaan).
Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa bani Israil tersesat karena fitnah
(godaan) wanita.
Pada
zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita banyak tersebar di mana-mana.
Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan menampakkan lekuk tubuh mereka di
pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala macam asesioris dan perhiasannya.
Barangsiapa
yang Allah kehendaki terkena goda-an, maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan
pandangannya kepada mereka (kaum wanita itu). Hing-ga dikhawatirkan ia akan
terkena godaan daya tarik wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat
terlarang yang mendorongnya berbuat apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa
Ta'ala, yaitu berzina! Atau pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa
mahram, berpacaran dan lain-lain-pent). Memang, wanita adalah godaan yang
paling besar!
Termasuk
di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui film-film. Ini merupakan musibah
dan malape-taka besar.
Demikian
pula foto-foto mereka di majalah, koran-koran dan sampul barang-barang
tertentu. Mereka sengaja memilih wanita-wanita cantik agar menarik minat orang,
khususnya para pemuda. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto
mereka dalam keadaan bugil atau setengah bugil yang diproduksi dengan
kamera-kamera canggih dan ditebar dengan parabola. Nas`alullah al-'afiyah
was salaamah
Tidak
diragukan lagi hal itu termasuk bencana ter-besar pada zaman sekarang ini.
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh.
Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya tidak akan tertuju kepada perkara
haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak syahwat dalam hatinya kepada
wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan dijaga oleh Allah Subhanahu wa
Ta'ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari fitnah tersebut. Dan niscaya Dia
akan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala
kehendaki kebaikan bagi diri mereka.
5-Fitnah Harta
Ini
termasuk bencana yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak
berbuat demikian. Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan
untuk selalu mencintai harta benda. Akibat-nya, banyak sekali orang yang
terperosok ke dalam perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang
yang berbangga-bangga dengan harta yang ba-nyak. Allah Subhanahu wa Ta'ala
berfirman:
"Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu." (At-Takatsur: 1)
"Dan mereka berkata:
"Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami
sekali-kali tidak akan diazab". (Saba': 35)
Dan
betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan cobaan harta ini. Mereka
mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya mereka terjerumus ke
dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya. Semua itu karena
ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri, korupsi,
mengge-lapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak lain dan
tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya sehingga ia
bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!
Apabila
telah memperoleh harta yang banyak, maka mereka habiskan untuk berfoya-foya,
memuaskan syahwat, mengenakan pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan
batas halal haramnya lagi. Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki
(isbal), atau meniru pakaian orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa
(baca:kafir), dan menyorotkan mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang
terlarang sebagai pemuas nafsu binatang mereka.
Demikianlah
musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan yang beliau takutkan atas kita adalah
harta dunia yang dibentangkan dan gemerlap dunia yang Allah Subhanahu wa Ta'ala
keluarkan bagi kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya hartamu dan
anak-anakmu hanya-lah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang
besar." (At-Taghabun: 15)
Sesungguhnya
Allah Subhanahu wa Ta'ala jualah yang telah meng-anugerahkan harta benda
tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang menerimanya. Apakah ia tergelincir
ke dalam perkara haram disebabkan harta itu? Apakah ia membeli barang-barang
terlarang karena tidak puas dengan yang dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk
memuaskan nafsunya sekalipun dengan perkara yang haram!?
6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
Termasuk
fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan seruan kepada berbagai jenis
penyimpangan dan kese-satan. Orang-orang yang mengajak kepadanya berasal dari
kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang datang kepada kita dengan
gelar-gelar mentereng seperti guru besar, instruktur, insinyur, arsitek,
doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam meng-gelari mereka dengan
sebutan 'tenaga ahli'. Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci
dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang
benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta
stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya
takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha
menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun
mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya
terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk
memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!
Hendaklah
kita selalu waspada terhadap mereka. jangan sekali-kali memuliakan dan
menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang menjadi korban, yang akhirnya
condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.
Orang-orang
yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak
dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin
tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang
itu mengatakan: "Kalian hanya pan-dai beribadah saja! Kalian hanya
memiliki buku-buku agama saja! Kalian tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara
mereka berhasil menciptakan ini dan itu!
Maka
setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih
hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat
jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka
benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi
mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk
mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah
Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:
"Mereka hanya mengetahui yang
lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat
adalah lalai." (Ar-Rum: 7)
Misalnya
seorang guru, ia mengajak dengan ucap-annya, ia hiasi perkataannya sehingga
untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di balik itu terdapat racun yang mematikan.
Bahaya mereka sangat besar. Hanya orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu
yang dapat lolos dari mereka. Namun bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti
terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi guru sesat tersebut. Atau minimal
meyakini guru sesat itu punya kelebihan, punya keahlian, punya pangkat dan
kedudukan yang tinggi. Ia akan menyan-jungnya mati-matian bahwa dia punya
keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan
mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hing-ga ia terseret ke dalam
ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah
salah satu malapetaka akhir zaman!
Demikian
pula yang datang dengan gelar insinyur, arsitektur, developer, instruktur dan
lainnya yang berge-rak di bidangnya masing-masing. Orang-orang jahil memuji
mereka, dengan mengatakan: "Mereka mengua-sai teknologi yang tidak kita
kuasai, mereka ahli dalam memproduksi barang-barang dan merancang bangunan.
Dengan demikian orang-orang jahil itu terpikat dan gan-drung kepada mereka.
Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya budak-budak dunia. Dan tanpa
menya-dari juga bahwa mereka adalah orang kafir dan fasik yang tidak pernah ke
masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak pernah membaca Al-Qur'an.
Seorang
muslim yang celaka tanpa terasa telah menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya
dengan mere-ka, memuji mereka dengan sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung
jawab dalam menangani tugas.
Orang-orang
jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka
melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain memuji
mereka, sekalipun pekerjaan mereka seram-pangan.
Kita
katakan kepada orang jahil itu: "Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah
baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang
bermanfaat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah
mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan
duniawi. Yang tidak lain hanyalah kese-nangan yang memperdayakan.
7-Promosi-promosi Terselubung
Termasuk
fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi terselubung yang banyak disebarkan
oleh orang-orang kafir dan fasik melalui saluran-saluran komunikasi
(program-program radio dan televisi), majalah, koran, buku dan selebaran-selebaran.
Orang-orang jahil kem-bali menjadi korban dengan mengkonsumsi barang-barang
itu. Mereka pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya
lantas mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan televisi.
Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta mengagumi
karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan surat kabar
serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.
Bahkan
ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma mereka dan mencela dienul Islam.
Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita sadari.
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
Termasuk
fitnah pada zaman ini yang tidak kalah berbahaya adalah teman-teman yang nakal.
Seorang insan bisa saja terpengaruh oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau
sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti tingkah laku teman-temannya itu.
Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak nakal yang selalu meng-ajaknya
berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan. Jelas, berteman dengan
anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang sangat besar.
Jalan
yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan dirinya dari bahaya ini adalah
senantiasa bersa-bar dan terus memperteguh kesabarannya. Memegang teguh
kebenaran walau bagaimana pun kondisinya. Hendaklah kamu bersabar apabila teman
sekelasmu atau kawan sekantormu seorang yang fasik dan suka berbuat maksiat,
lalu mengejekmu karena kamu meninggikan kain celanamu sementara ia musbil
(mela-buhkannya hingga melebihi mata kaki), atau menge-jekmu karena kamu
memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya, atau mengejekmu karena kamu
bersi-kap zuhud, wara', selalu menjaga shalat lima waktu berjama'ah, tidak
menonton film dan tidak mendengar-kan musik. Bahkan kadang kala ia mengajakmu
untuk meninggalkan ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya
berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu
bersabar dan jangan sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Subhanahu wa
Ta'ala memberikan jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu
-siapapun orangnya- memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak,
teman, guru atau yang lainnya.
BAGAIMANA
SOLUSINYA?
Jalan itu adalah menuntut ilmu!
Ilmu
merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Ilmu yang dimaksud di
sini adalah ma'rifatullah (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan
dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji
serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah hamba
Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah
Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau.
Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat
maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memi-liki
engkau, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada
engkau.
Dan
ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan
Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah
menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu
sadarilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan
perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah
serta melarang dan memperingatkan engkau dari perka-ra haram supaya dijauhi.
Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal
itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih
Al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Di sana pasti engkau dapati pelipur lara dan
obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati
kewa-jiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun
Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Subhanahu wa
Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk
menyam-bung hidup, dan juga menjelaskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika
hal itu sudah engkau fahami, maka selanjut-nya ketahuilah bahwa di sana ada
pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban
ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia
menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa
Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar. Dan sadarilah bahwa jika ia
melakukan perkara haram itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa
sehingga dilanggar-nya), niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia
meninggalkan kewajiban, maka Allah akan menyiksanya karena itu. Dan siksaan itu
ada yang disegerakan ada pula yang ditangguhkan, sebagaimana juga halnya
pahala.
Bilamana
semua itu telah engkau resapi, apakah engkau masih berbuat durhaka kepada
Allah? Apakah engkau masih bisa terkicuh lantas berbuat maksiat? Maka dari itu,
pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak tertipu oleh juru-juru dakwah
yang sesat, para ahli bid'ah, mu'tazilah dan lainnya. Ketahuilah bahwa aqidahmu
akan senatiasa lurus selama engkau mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan
berpegang teguh dengannya. Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan
larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali
engkau terima ajakan yang membu-atmu malas beribadah dan menjerumuskanmu ke
dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru
kesasatan dan fitnah, yang merupakan cobaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap
orang-orang jahil.
Demikianlah
terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan alhamdulillah, di negara kita
ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah didapatkan.
Sarana-sarana
itu sebagai berikut:
Majlis-majlis ilmu
Banyak
sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh para alim ulama, mereka membacakan
kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong. Engkau dapat mempelajari aqidah,
hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya. Jangan terlalu terpaku dengan
pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya diperoleh dari guru saja.
Karena pada umumnya mereka juga tidak memberikan porsi materi pelajaran yang
memadai.
Rajin bertanya
Banyak
sekali ulama-ulama yang dapat engkau hu-bungi melalui telepon ataupun bertatap
muka langsung, supaya engkau dapat memetik ilmu yang bermanfaat dan benar
melalui mereka.
Buku-buku yang bermanfat
Banyak
sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga
terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis
aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang ucapannya.
Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Engkau dapat memiliki buku-buku
terse-but dan dapat engkau baca dan telaah. Dan pergunakan-lah kitab-kitab syarah
yang dapat dipercaya dan steril dari bid'ah-bid'ah untuk membantu memahaminya.
Dengan demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak
ternodai.
Janganlah
engkau campur adukkan ilmu yang be-nar dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di
sana ba-nyak sekali beredar buku-buku ahli bid'ah, seperti buku-buku Syi'ah
Rafidhah, Al-Asy'ariyah, Mu'tazilah dan lain-lain. Buku-buku tersebut
ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali penulisnya, apakah ia seorang
syi'i rafidhi (penganut paham Syi'ah Rafidhah), atau seorang mu'tazili, asy'ari
atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka dan jangan sekali-kali engkau
membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku yang harus dibaca, tanyakanlah
kepada para ulama, buku apa saja yang harus dibaca dan buku apa saja yang harus
dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang alim tentang Dienullah, insya
Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan selamat dari segala fitnah dan kehancuran./
CAMKANLAH NASIHAT INI!
Sesungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya:
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan)
ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya." (Al-An'am: 153)
Telah
dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan
dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:

"Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan" , kemudian beliau membaca ayat: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
Sebagian
ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah.
Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan
sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia
telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah
daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap
naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun
kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul
mustaqim sangat jelas terlihat.
Sekarang
ini kita berada pada zaman serba asing, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam dalam se-buah hadits:
"Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga bernama thuu-baa) bagi para ghuraba'." (HR. Muslim)
Ada
beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian ghuraba' sebagai
berikut: "Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari
fitnah-fitnah." Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan
agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya tetap terjaga.
Sebagaimana disebutkan Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah
hadits:

"Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggem-balaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya."
Orang-orang
yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba', dan
merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"Berbahagialah para ghuraba'!"
Seorang
muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus
mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:
"Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!"
Camkanlah
nasihat tersebut, kami berharap semo-ga setiap muslim dapat mengembannya dengan
sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang
bermanfaat, dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu
mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari
ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', doa yang tidak dikabulkan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan
memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikuti-nya. Dan menampakkan kebatilan
kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak
menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung
segala urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun
terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan
salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam, atas keluar-ga dan segenap sahabat beliau.
Dicopy dari :
Website “Yayasan Al-Sofwa”
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id
No comments:
Post a Comment